Kamis, 18 November 2021

Studi Kasus Konsep Dasar Numerasi Modul 1.b.3.

Setelah mempelajari miskonsepsi literasi dan konsep numerasi, pada bagian ini Anda akan diberikan beberapa kasus yang berkaitan dengan numerasi.  Diskusikan apakah kasus-kasus berikut ini dapat mengukur kemampuan numerasi peserta didik.

Perhatikan ilustrasi berikut ini.  

  1. Pak Yoga memiliki 15 meter kayu. Dia ingin membuat beberapa buah rak buku. Setiap rak buku membutuhkan 4 meter kayu dalam proses pembuatannya. Berapa banyak rak buku yang dapat dibuat oleh Pak Yoga?  
  2. 15 orang anak akan pergi ke sebuah toko buku. Mereka berencana untuk memesan taksi.  Taksi tersebut hanya dapat membawa paling banyak 4 orang penumpang. Berapa banyak taksi yang mereka butuhkan?  
  3. Kegiatan jalan santai yang akan diselenggarakan di bulan Agustus akan menempuh jarak 15 km. Lintasan tersebut akan dibagi menjadi 4 sublintasan. Berapa panjang jarak setiap sublintasan?  

Pertanyaan: 

  1. Apakah yang menarik dari ketiga ilustrasi tersebut? 
  2. Terdapat dua orang murid A dan murid B memberikan jawaban terhadap ketiga pertanyaan tersebut.  
  3. Murid A menjawab pertanyaan a, b dan c dengan jawaban yang sama yaitu 3,75.  Sementara murid B menjawab untuk pertanyaan a dengan jawaban 3 rak buku,  pertanyaan b dengan jawaban 4 taksi dan pertanyaan c dengan jawaban 3,75 km. 
  4. Berdasarkan jawaban kedua murid tersebut, manakah menurut Anda yang memiliki kemampuan numerasi yang lebih baik. Jelaskan alasan Anda dan diskusikan dengan teman sejawat Anda.
Seorang anak diminta untuk menghitung nilai mean, median dan modus suatu data. Anak tersebut kemudian menggunakan kalkulator atau alat hitung semacamnya untuk melakukan perhitungan tersebut.  Jika seseorang mengerjakan permasalahan matematika kontekstual seperti permasalahan di atas tetapi menghitung dengan alat hitung misalnya kalkulator apakah dapat dikatakan memiliki literasi matematika yang baik? 
Permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran matematika adalah sering ditemukan beberapa murid yang mampu mengerjakan perhitungan matematika secara formal, ketika dihadapkan dengan permasalahan kontektual yang sedikit berbeda walapun masih menggunakan konsep matematika yang sama, sering mengalami kesulitan untuk menyelesaikan masalah kontekstual tersebut.  
Diskusikan dengan peserta lainnya, tentang hal tersebut. 
Apakah kasus seperti ini ada hubunganya dengan kemampuan numerasi? Jelaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Berkunjung di Blog Sederhana Ini